MAKALAH SEJARAH INDONESIA
KERAJAAN KUTAI
- DWI PUTRI WAHYU ARINI (14)
- ELVIA DAMAYANTI (15)
- FERA OKTAVIANI (16)
- M. RYAN FADHILA (24)
- M. RIFQI HIDAYAT (34)
- RARA FAJRINA M. (35)
SMA NEGERI 1 BOJONEGORO
DINAS PENDIDIKAN KEBUPATEN BOJONEGORO
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan tugas sejarah indonesia yang berjudul Sejarah Kerajaan Kutai ini dengan lancar meskipun banyak kekurangan
didalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini
dapat berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Kerajaan
Kutai dan sejarahnya dan Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
mengharapkan adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah selanjutnya.,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa ada saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini, dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun bagi orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon kata apabila terdapat
kata-kata yang kurang berkenan dihati dan kami memohon kritik dan saran
yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Bojonegoro,
09 November 2015
M Rifqi Hidayat
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kutai
Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang
memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4.
Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur,
tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama
Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti
yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara
jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang
dapat diperoleh.
Adapun keterangan tentang keberadaan dari
kerajaan ini telah diketahui atas ditemukannya tujuh buah prasasti yang
berbahasa sansekerta dan huruf pallawa yang berasal dari India. Untuk
penggunaan bahasanya pada saat itu masyarakat kutai masih belum mempunyai
bahasa yang baku dan huruf tersendiri. Para ahli sejarah, memperkirakan bahwa
prasasti atau yupa itu mulai ditulis pada sekitaran tahun 400 M. Untuk
perkiraan tersebut didapatkan mengacu pada perbandingan dengan huruf yang sama
dan memiliki usia yang telah ditemukan didaerah India.
2. Rumusan masalah
1.
Bagaimana sejarah berdirinya,silsilah
kerajaan dan peristiwa politik dalam kerajaan kutai?
2.
Apa sumber sejarah, faktor kemunduran, dan
nilai moral dalam sejarah kerajaan kutai?
3.
Tujuan
Pembuatan Makalah
1.
Untuk mengetahui bagaimana sejarah berdirinya,
silsilah kerajaan dan peristiwa politik dalam sejarah kerajaan Kutai.
2.
Untuk menambah wawasan yang lebih luas
tentang sejarah-sejarah kerajaan Kutai
3.
Kita dapat menggali lebih dalam nilai-nilai
moral dalam sejarah kerajaan kutai
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang
memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4.
Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur,
tepatnya di hulu sungai Mahakam
yang didirikan oleh Maharaja Kudungga,
gelar anumerta Dewawarman Nama Maharaja Kudungga oleh
para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum
terpengaruh dengan nama budaya India. Sementara putranya yang bernama
Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa
kata Warman berasal dari bahasa Sanskerta.
Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk
India bagian Selatan.
Peta Kecamatan Muara Kaman
2. Sumber sejarah Kerajaan Kutai
Sumber Sejarah Kerajaan Kutai yaitu
dari Prasasti Yupa :
Informasi
yang ada diperoleh dari Yupa /
prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4.
Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam
menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yang
berfungsi sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para brahman atas
kedermawanan raja Mulawarman. Dalam agama hindu sapi tidak disembelih seperti
kurban yang dilakukan umat islam. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa
raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman.
Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor
sapi kepada kaum brahmana.
Dapat diketahui bahwa
menurut Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh
Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan
oleh Balai
Pustaka halaman 36, transliterasi prasasti diatas adalah
sebagai berikut:
śrīmatah śrī-narendrasya;
kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ; putro śvavarmmo vikhyātah; vaṅśakarttā yathāṅśumān;
tasya putrā mahātmānaḥ; trayas traya ivāgnayaḥ; teṣān trayāṇām pravaraḥ;
tapo-bala-damānvitaḥ; śrī mūlavarmmā rājendro; yaṣṭvā bahusuvarṇnakam; tasya
yajñasya yūpo ‘yam; dvijendrais samprakalpitaḥ.
Artinya:Sang
Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang
Aśwawarman namanya, yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga
yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang
suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang
berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri
(selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri
(selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.
3.
Peristiwa
Politik Kerajaan Kutai
Penguasa
kerajaan kutai yang pertama ialah kudungga. Kudungga tak dianggap menjadi
sebagai pendiri dari dinasti karena menggunakan konsep keluarga raja di zaman
tersebut masih terbatas di para keluarga raja yang sudah menyerap kebudayaan
india pada setiap kehidupan dalam sehari-hari. yang kemudian digantikan oleh
Raja Aswawarman.
Kemudian Aswawarman akan digantikan oleh
putrannya yang bernama yaitu Raja Mulawawrman Raja mulawaranman juga
menciptakan adanya stabilitas politik dimana pada masa pemerintahannya
tersebut. Itu terlihat dari adanya Yupa yang menyebutkan bahwa Mulawarman
menjadi raja berkuasa, kuat dan bijaksana.
Raja
Mulawarman disebut raja yang paling masyhur dari kerajaan kutai dan sebagai
pengatu agama Hindu Siwa. Dan juga diterangkan bahwa raja Mulawarman memiliki
jalinan yang baik dengan para rakyat dan brahmana. Hal itu dilihat dari adanya
pemberian hadiah kurban emas dan sejumlah 20.000 ekor lembu untuk seluruh para
brahmana sebagai wujud terimakasih. Sementara itu untuk sebagai peringatan
tentang upacara kurban tersebut, para brahmana kemudian mendirikan sebuah yupa.
4. Silsilah
Kerajaan Kutai.
1.
Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman
(pendiri)
2.
Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
3.
Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman,Kejayaan
kerajaan pada masa pemerintahan Mulawarman)
4.
Maharaja Marawijaya Warman
5.
Maharaja Gajayana Warman
6.
Maharaja Tungga Warman
7.
Maharaja Jayanaga Warman
8.
Maharaja Nalasinga Warman
9.
Maharaja Nala Parana Tungga Warman
10. Maharaja
Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja
Indra Warman Dewa
12. Maharaja
Sangga Warman Dewa
13. Maharaja
Candrawarman
14. Maharaja
Sri Langka Dewa Warman
15. Maharaja
Guna Parana Dewa Warman
16. Maharaja
Wijaya Warman
17. Maharaja
Sri Aji Dewa Warman
18. Maharaja
Mulia Putera Warman
19. Maharaja
Nala Pandita Warman
20. Maharaja
Indra Paruta Dewa Warman
21. Maharaja
Dharma Setia Warman
5. Faktor Kemunduran dan berakhirnya Kerajaan Kutai
6.
Nilai
Moral dalam Sejarah Kerajaan Kutai
Nilai Moral dalam Sejarah Kerajaan Kutai
yaitu :
Dari sejarah Kerajaan Kutai
tersebut terdapat suatu masa kejayaan pemerintahan Raja Mulawarman raja yang
paling mashyur yang berkuasa, kuat, dan bijaksana. Kemudian para brahmana
mendirikan sebuah yupa sebagai wujut terimakasihnya atas kedermawanan raja
Mulawarman, dari sifat raja Mulawarman tersebut terkandung nilai moral yaitu
Kuat, Bijaksana, Dermawan dan lebih mementingkan rakyatnya. Degan menyedekahkan
20.000 lembu kepada para brahmana, raja mulawarman telah ikut mengembangkan
pendidikan di bidang keagamaan.
BAB 3
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Kerajaan kutai yang berdiri pada abad
ke 4 itu bersumber sejarah dari prasasti yupa. Yang mengalami kemajuan pada
masa pemerintahan raja mulawarman. Dan mengalami kemuduran pada saat
pemerintahan raja yang bernama Maharaja
Dharma Setia, raja tersebut tewas dalam peperangan di tangan Raja
Kutai Kartanegara ke-13. Kemudian kerajaan tersebut berubah menjadi kerajaan
islam.
2.
Saran
Kita sebagai generasi penerus harus bisa melestarikan
nilai-nilai moral yang terdapat dalam kerajaan kutai yang di contohkan dengan
sifat raja mulawarman yang dermawan, dan lebih mementingkan kepentingan
rakyatnya.